Senin, 30 Maret 2009

Mencegah virus di Flashdisk


Langkah awal ini digunakan untuk mendeteksi apakah komputer atau media penyimpanan lainnya (Flashdisk) sudah terkena virus. Langkah yang digunakan adalah sebagai berikut :

  1. Buka My Computer (Start Menu atau Klik kanan pada My Computer dan Explore).

  2. Pilih Menu Tools dan klik Folder Options&hellip .

  3. Pada tab View, beri tanda [•] pada pilihan options Show hidden files and folders.

  4. Lalu beri tanda [?] pada check Hide extensions for known file types.

  5. Kemudian hapus tanda [?] pada pilihan check Hide protected operating system files.

  6. Lalu klik OK.

  7. Ulangi langkah diatas, apabila setelah di lihat kembali di bagian Hide protected operating system files atau Hide extensions for known file types masih terdapat tanda [?] atau tidak ada tanda [•] pada pilihan options Show hidden files and folders berarti komputer dan perangkat penyimpanan lainnya (Flashdisk) sudah terkena virus.

Langkah Utama

  1. Masukkan flashdisk, jangan langsung tekan tombol OK, itu berarti autorun diaktifkan.

  2. Kemudian klik tombol  Cancel  atau X.

  3. Buka menu Run… dari Start Menu, atau tekan tombol Windows dan R secara bersamaan di keyboard.

  4. Klik Browse...

  5. Pada Look In, ubah menjadi lokasi flashdisknya. misalnya E:\ atau yang lainnya tergantung dari urutan pembacaan computer tersebut.

  6. Pada Menu View, pilih Detalis.

  7. Pada Files of type, pilih All files, maka akan tampil semua file yang ada di dalam flashdisk.

  8. Cari file yang bernama Autorun.inf, klik sekali saja, kemudian tekan tombol Delete pada keyboard.

  9. Klik Yes pada pada pertanyaan konfirmasi penghapusan.

  10. Ulangi dua langkah diatas untuk file – file berikut (lihat di kolom Type):


    • Data Base File (*.db), file ini berisi tentang informasi sementara untuk menthumbnails sebuah folder. Tetapi sekarang sering dijadikan trik untuk menyebarkan virus.

    • Configuration Settings (*.ini), sebenarnya file ini hanya untuk menkonfigurasi secara individu sebuah folder (kebanyakan folder-folder system). Kadangkala dijadikan virus sebagai alternatif Autorun.inf.

  11. Tandai file-file yang ditentukan, apabila terdapat beberapa file yang anda yakini bahwa file tersebut adalah file anda, maka anda boleh membiarkan file tersebut di flashdisk dan file-file yang telah ditentukan tadi, klik tombol X pada kotak dialog Browse.

  12. Setelah selesai menghapus Klik lagi tombol X pada kotak dialog Run.Cabut flash disk dari komputer.

  13. Lalu pasang lagi ke komputer.


Langkah AkhirLangkah ini adalah usaha untuk membersihkan virus dari flashdisk yang mungkin sudah terdapat banyak file virus.

  1. Setelah memasang flashdisk ke komputer pilih Open folder to view files, pada saat kotak dialog muncul sesaat setelah flashdisk di pasang. Kemudian klik [OK].

  2. Di windows explorer yang terbuka sekarang, klik [Search] pada toolbar.

  3. Di sebelah kiri terdapat pilihan What do you want to search for ?, piih All files and folders.

  4. Setelah muncul tampilan baru, pada text box All or part of the file name, isikan *.exe, *.scr (tanpa kurung).

  5. Pada Look In, pastikan bahwa lokasinya berada pada flashdisk.

  6. Klik More advanced options untuk menampilkan menu dibawahnya.

  7. Beri tanda [?] pada pilihan berikut :


    • Search system folders.

    • Search hidden files and folders.

    • Search subfolders.


  8. Kemudian klik Search, tunggu beberapa saat sampai proses pencarian selesai.

  9. Hapus semua file yang hanya bergambar folder atau dokumen meskipun anda yakin bahwa anda telah mempunyai folder/ file dokumen tersebut. Ingat ! Yang akan dihapus ini adalah file virus, dan bukan folder/file dokumen yang anda miliki. Karena kita tadi melakukan pencarian terhadap file Application (*.exe) dan file Screen-Saver (*.scr) dan bukan pencarian file folder/file dokumen.

  10. Setelah selesai menghapus, maka sekarang anda boleh membuka file-file dokumen yang akan anda buka, edit, perbarui, atau apapun.


Diolah dari beberapa sumber di Intenet

Rabu, 25 Maret 2009

PDF 2 Word Conv v2.0 aplikasi yang merubah PDF ke bentu RTF, DOC

Ketika kita mendownload suatu tutorial di internet, biasanya file yang kita download berupa PDF (Portable Document Format). PDF merupakan salah satu bentuk dokumen elektronik yang dijadikan standar internasional. Kelebihan dari PDF ini kalau dilihat dari ukuran filenya adalah file yang disimpan dalam bentuk PDF ini bisa dibilang relative kecil. Kelebihan yang lain adalah PDF ini lebih aman dari virus dibanding dengan file Word atau Excel

Persoalan yang kemudian timbul adalah ketika dokumen dalam bentuk PDF yang kita download atau tersimpan dalam media penyimpanan sangat banyak atau panjang dan tidak efektif karena dalam setiap lembar kita tidak bisa meng-edit dokumen tersebut. Kemudian kita berpikir untuk merubah file tersebut menjadi bentuk word agar bisa kita rapikan, sehingga kita dapat meng-edit dokumen tersebut sebelum di rubah dalam bentuk hardcopy.

Untuk dapat merubah dokumen tersebut dibutuhkan suatu perangkat lunak atau software yang bisa meng-konverterkan dari PDF ke dalam bentuk Microsoft Word, WordPad atau OpenOffice sesuai dengan layout, gambar, teks dan format file PDF yang asli. Software tersebut adalah PDF 2 Word Conv v2.0. software ini dapat mendukung semua perangkat lunak Adobe PDF modifikasi dan memungkinkan untuk membuka output RTF file apapun.

Feature lainnya :
  • Cepat dan sederhana dalam penggunaanya
  • Dapat merubah beberapa dokumen sekaligus
  • Mendukung mode command line
  • Akurat merubah teks, gambar, dan tata letak seperti PDF asli
  • Cukup drag and drop
  • Bisa berjalan diwindows 95/98/2000/ME/XP/Vista
Software ini bukan aplikasi yang gratis tetapi bersifat trial (time limited evaluation /shareware) dapat digunakan selama 10 hari, dijual dengan harga $49.95.